Disukai

TIM BB-GTS SMAHDA TARGETKAN SATU HARI MINIMAL KIRIM SATU BERITA

Upaya Tim BB GTS SMA Islam Wasilatul Huda Dukohkidul serius menggeluti jurnalistik sekolah dengan setiap hari mengirim paling tidak satu ...

Tuesday, June 5, 2012

Belajar, Anywhere n Any Time

Belajar bisa dilakukan dimana saja.Juga tidak harus selalu bersama guru.
Seperti yang dilakukan siswi SMAI Wasilatul Huda ini, mereka memanfaatkan waktu luang untuk belajar bersama di halaman sekolahnya. Jika saja semua siswa seperti mereka, tentu setelah mereka lulus dari sekolah tak hanya ijasah yang mereka dapatkan, tetapi tentu saja ilmu yang bermanfaat untuk bekal di kehidupannya nanti.

Belajar Kelompok www.smahda.com doc

Belajar kelompok (Wah, bisa sambil makan penthol tuh!) www.smahda.com doc

Monday, June 4, 2012

Bedesakan dalam Ujian Merebut Beasiswa

Meski berdesakan tidak mengurangi substansi Ulangan Akhir Semester SMAHDA 2012. SMAI Wasilatul Huda memberikan beasiswa bagi siswa-siswi yang berprestasi. Bagi siswa yang mendapatkan peringkat 1 (satu) akan mendapat biaya SPP selama 6 (enam) bulan, peringkat 2 (dua) 3 (tiga) bulan dan peringkat 3 (tiga) 1 (satu) bulan. Alhasil, bagi siswa yang selalu mendapatkan peringkat 1 (satu) selama menjadi siswa SMAI Wasilatul Huda, maka mereka tidak akan pernah membayar uang SPP. Menarik Bukan?

Sunday, May 20, 2012

Smahda Football Club

Hai sobat, buat kalian yang sekarang masih duduk di bangku SLTP?MTs, yuk gabung bersama kami di SMAI Wasilatul Huda. Ada banyak sekali kegitan dan pengalaman yang bisa kamu dapatkan disini. Mulai dari Futsal, Sepak Bola, Bola Volly, Pramuka, Kursus menjahit bahkan membatik. Selain itu SMAI Wasilatul Huda juga sudah memiliki ruang kelas yang sangat memadahi, lap komputer yang sangat nyaman dan juga teman-teman yang asyik tentu saja. Jangan bimbang dan jangan ragu, mari bergabung bersama kami di SMAI Wasilatul Huda.
Khusus bagi kami yang pencinta sepak bola jangan khawatir, di SMAI Wasilatul Huda sudah ada Guru Olah Raga yang sangat membidangi masalah sepak bola, beliau juga merupakan pelatih dan pembina di SSB Ngasem Raya
 

Saturday, May 19, 2012

Beberapa Alasan Siswa Yang Pindah Ke SMAI Dukohkidul

Banyak mereka yang mutasi dari sekolah-sekolah tetangga "Bahkan Sekolah Negeri", Komentar alasan yang mungkin dapat dijadikan referensi oleh beberapa siswa lulusan SMP/MTs diantaranya dalam tes wawancara masuk sekolah mereka memberikan jawaban atas pindah sekolahnya di SMAI Dukohkidul adalah:
1. SMAI Dukohkidul Biayanya Lebih Murah Dari Sekolah Asal.
2. SMAI Wasilatul Huda Mmeberikan Keleluasaan Berfikir tidak pernah teman-teman kami yang biasanya orang-orang menyebitnya anak mbeling justru manajement SMAI mengatakan mereka memiliki kecerdasan yang luar biasa.
3. SMAI Dukohkidul Memberikan fasilitas pengembangan bakat diantaranya Sepak Bola / Olah raga bahkan memiliki Tim Sepakbola Smahda FC.
4. Ada yang beralasan karena di SMAI dukohkidul dikembangkan krasi seni budaya Indonesia Batik
5. Fasilitas lab. Komputer/IPA Perpus UKS tidak dikenakan biaya alias gratis

sedikit petikan alasan perpindahan itulah yang banyak disampaikan oleh siswa yang pindah di SMAI Dukohkidul.

Sekedar informasi bahwa setiap tahun sedikitnya ada 4 siswa yang pindah di SMAI Wasilatul Huda Dukohkidul,,, ini menendakan bahwa SMAI Dukohkidul adalah Pilihan terbaik bagi mereka yang mengetahui keberadaannya... (Smahda MNJ)

Dapatkan Beasiswa Prestasi Tahun Pelajaran 2012-2013

BEA SISWA PRESTASI *)
1. Diberikan kepada Siswa yang dapat meraih
   Prestasi Akademik
   - Rangking I beasiswa 6 bulan
   - Rangking II beasiswa 3 bulan
   - Rangking III beasiswa 1 bulan

2. Diberikan kepada siswa yang mampu meraih
    kejuaraan.
    - Juara Tingkat Nasional beasiswa 1 tahun
    - Juara Tingkat Propinsi beasiswa 6 bulan
    - Juara Tingkat Kabupaten beasiswa 1 bulan
_____________________________________________
*) Sesuai dengan ketentuan dan syarat yang berlaku.

IDENTITAS SEKOLAH


IDENTITAS SEKOLAH
SMA ISLAM WASILATUL HUDA DUKOHKIDUL NGASEM BOJONEGORO

1.      Nama Sekolah              :     SMA ISLAM WASILATUL HUDA
2.      NSS                               :     30 . 2 . 05 . 05 . 17 . 062 .
3.      Alamat Sekolah
       Jalan                              :     Jl. Raya Ngasem No. 231
       Kelurahan/Desa          :     Dukohkidul
       Kecamatan                   :     Ngasem
       Kabupaten                   :     Bojonegoro
       Kode Pos                     :     62154
       Telepon/HP                 :     085649524675
4.      SK Pendirian
       Nomor                          :     188 / 165 / KEP / 412.12 / 2008
       Tanggal                        :     9 Juni 2008
5.      Program                        :     ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
6.      Tanah                            :     1420 M2
       Status Kepemilikan     : Wakaf
7.      Nama Kepala Sekolah : Drs.H.MUH IRCHAM MHD
       NIP                                 : -
8.      Nomor Surat Tugas     : 01 / YPPWH / A-1/ 2010
       Tanggal                         : 17 Juni  2010
9.      Oleh                               : Ketua Yayasan Pondok Pesantren Wasilatul Huda
10.  TMT SK                        : 1 Juli 2010



MENGAPA SMA?


Input calon siswa Sekolah Menengah Atas Islam (SMAI) Wasilatul Huda  Dukohkidul Ngasem Kabupaten Bojonegoro, berasal dari Wilayah Kecamatan Ngasem, dan dari Kecamatan lain karena masalah ekonomi dan keluarga. Usaha ini dimaksudkan untuk membantu masyarakat yang mayoritas tergolong ekonomi lemah diwilayah tersebut dalam upaya pemerataan kesempatan Pendidikan..

Banyaknya jumlah lulusan SMP/MTs khususnya wilayah kecamatan Ngasem tidak menutup kemungkinan tamatan tersebut masuk pada SMA Negeri, Dari tamatan SMP / MTs sebanyak itu ada kecenderungan yang besar bagi siawa untuk melanjutkan ke SMA yang mudah dijangkau baik dari segi geografis maupun secara ekonomis.
                       
Motivasi dan Anemo tamatan yang sangat besar di wilayah Kecamatan Ngasem khususnya di Wilayah lain umumnya menghadapi kendala sehingga banyak tamatan yang tidak melanjutkanke jenjang pendidikan leebih tinggi. Beberapa factor kendala antara lain :
a.       Daya tampung SMA Negeri sangat terbatas.
b.      Jarak tempuh ke Sekolah lain sangat jauh.
c.       Tidak mampu secara ekonomi untuk melanjutkan ke jenjang Pendidikan selanjutnya.
d.      Kesadaran orang tua akan pentingnya Pendidikan sangat rendah.

Secara Geografis letak SMA Islam Wasilatul Huda  Dukohkidul cukup strategis/karena :
1.      SMA Islam Wasilatul Huda  Dukohkidul terletak di wilayah barat Kabupaten Bojonegoro, berbatasan dengan Kecamatan Ngambon, kecamatan Dander dan kecamatan Kalitidu.
Di Desa Mojodelik kecamatan Ngasem terdapat Sumber minyak yang baru akan di Eksploitasi dan sumber-sumber didaerah lain juga masih  banyak yang belum di Eksploitasi, dan akan dibangunnya jalan lintas selatan kurang lebih sekitar 23 km yang akan melewati kecamatan Tambakrejo-Ngambon-Ngasem-Dander.dengan adanya potensi-potensi tersebut jelas bahwa Bojonegoro membutuhkan sekali tenaga-tenaga ahli yang trampil selain pengetahuan yang tinggi. Mengingat saat ini SDM penduduk Bojonegoro rata-rata rendah. Baik kuantitasnya maupun kualitasnya.

Mungkin Terpikat gabung ajja


Thursday, December 8, 2011

Peraturan futsal

PERATURAN 1
LAPANGAN

UKURAN
Lapangan harus berbentuk bujur sangkar. Garis samping pembatas lapangan harus lebih panjang dari garis gawang:
Panjang : Minimal 25 m
Maksimal 42 m
Lebar : Minimal 15 m
Maksimal 25 m
Ukuran Pertandingan Internasional:
Panjang : Minimal 38 m
Maksimal 42 m
Lebar : Minimal 18 m
Maksimal 22 m

Wednesday, October 19, 2011

Tugas TIK

Berikut ini adalah nama-nama orang yang sudah mengerjakan Tugas TIK Kelas XI :
1. abdul haris
2. abdul mufid
3. agus umar
4. aguz amir
5. ahmad nh
6. andik
7. hasanah
8. kholiluil umam
9. khusnun niam
10. m. annashir
11. m. muadib
12. nama; siti mafula
13. ricka
14. siti lailatun nikmah
15. siti nurrohmah
16. slamet harianto
17. sugeng irwansyah
18. yahya khoirul anam

Sunday, October 16, 2011

SAMINISME, IDEOLOGI KANAN ATAUKAH KIRI ?

AULINA FAIZA
BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
       Kolonialisme[1] adalah akar dari segala penderitaan, agaknya kalimat itulah yang pantas dikatakan untuk melukiskan keadaan Masyarakat Indonesia pada masa kapitalisme Belanda melenggangkan kekuasaannya dibeberapa tempat di Indonesia, sehingga nantinya dalam menghadapi pengaruh penetrasi budaya barat yang mempunyai pengaruh disentregratif masyarakat membuat reaksinya sendiri dan terlihat dengan  akan berbagai pergolakan di berbagai daerah yang mnuntut kebebasannya.

Menganalisis Fenomena “Orang-Orang Kalah” Dengan Perspektif Sosiokultural

AULINA FAIZA *)


Membaca koran Kompas edisi Minggu, 21 Februari 2010 tulisan Budi Suwarna dan Yulia Septiani rasanya membuat hati miris, pasalnya dari judulnya saja “orang-orang kalah dari Jatinagor” serta sekilas dari keterangan gambar sudah dapat ditarik beberapa informasi bahwa “telah terjadi suatu perubahan” di Jatinangor sehingga lahir istilah “orang-orang kalah”.

Jatinangor adalah sebuah kawasan di sebelah timur Kota Bandung, merupakan satu dari 26 Kecamatan yang ada di Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sebelumnya bernama Kecamatan Cikeruh namun sejak tahun 2000 berganti nama menjadi Kecamatan Jatinangor dengan alasan nama tersebut terasa lebih familiar dan lebih popular dikenal khalayak ramai. Jatinangor sendiri adalah nama blok perkebunan di kaki Gunung Manglayang yang kemudian dijadikan kompleks kampus sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Padjadjaran . Dari Topografische Kaart Blaad L.XXV tahun 1908 dan Blaad H.XXV tahun 1909 yang diterbitkan oleh Topografische Dienst van Nederlands Oost Indie , telah dijumpai nama Jatinangor di tempat yang sekarang juga bernama Jatinangor. Ketika itu, daerah Jatinangor termasuk ke dalam Afdeeling Soemedang, District Tandjoengsari.

Saat ini Jatinangor dikenal sebagai salah satu kawasan Pendidikan di Jawa Barat. Pencitraan ini merupakan dampak langsung pembangunan kampus beberapa institusi perguruan tinggi di kecamatan ini. Perguruan tinggi yang saat ini memiliki kampus di Jatinangor yaitu :
1. Universitas Padjadjaran (Unpad) di Desa Hegarmanah dan Desa Cikeruh.
2. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Desa Cibeusi. Sebelumnya bernama Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN).
3. Institus Koperasi Indonesia (Ikopin) di Desa Cibeusi.
4. Universitas Winaya Mukti (Unwim) di Desa Sayang.
5. Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Al-Ma'soem di Desa Cipacing


Sedangkan perusaah/industri skala besar, yaitu :
1. Kahatex Industri (terletak di Desa Cintamulya dan Cisempur)
2. Polypin Canggih (terletak di Desa Cipacing)
3. Insan Sandang (terletak di Desa Mekargalih)
4. Wiska (terletak di Desa Cipacing)
Seiring dengan hadirnya bangunan kampus dan pabrik tersebut, Jatinangor juga mengalami perkembangan fisik yang pesat. Sebagaimana halnya yang menimpa lahan pertanian lain di Pulau Jawa, banyak lahan pertanian di Jatinangor yang berubah fungsi menjadi rumah sewa untuk mahasiswa ataupun tempat perbelanjaan. Salah satu yang terkenal saat ini yaitu pusat perbelanjaan Jatinangor Town Square (JATOS) dan Plaza Pajajaran.

Dalam kasus tersebut sangat terlihat dimana faktor sosiokultural memainkan peranan yang sangat berarti. Mengabaikan faktor tersebut dalam berbagai tingkat pembangunan (penentuan tujuan, pilihan strategi, dan pelaksanaan proyek pembangunan) dapat menyebabkan berbagai dampak yang merugikan, seperti tercermin dalam kasus di Jatinangor sebagai bentuk hasil pembangunan yang tidak sesuai yang diharapkan serta menimbulkan berbagai dampai yang tidak menyenangkan bagi masyarakat asal sehingga menjadi “orang-orang yang kalah”.

Faktor sosiokultural dalam pembangunan terdiri dari dua unsur, yakni faktor sosial dan faktor kultural. meskipun dalam kehidupan nyata kedua unsur tersebut sangat erat kaitannya namun ada beberapa ahli antropologi yang mendefinisikan sebagai berikut: Menurut gambaran Geertz kultur adalah jaringan makna, yang digunakan oleh manusia untuk menafsirkan pengalaman dan untuk menuntun tindakan mereka, sementara itu struktur sosial adalah wujud dari tindakan manusia tersebut, yaitu jaringan hubungan sosial. Kultur dan struktur sosial adalah abstraksi yang berbeda dari fenomena yang sama.

Konsep pokok yang termasuk ke dalam faktor sosial adalah struktur sosial, pola hubungan sosial antar-individu, antarkelompok, antarkelas, antargolongan, antarsektor kehidupan. Dalam kasus Jatinangor pola hubungan yang begitu terlihat dalam hubungan struktural yang terpola antara Pemerintah setempat sebagai sebuah lembaga yang superior secara politik-adsministratif dan dalam berbagai kasus seperti mendirikan universitas serta mengizinkan berdirinya beberapa pabrik dikawasan tersebut, dari situ dapat dilihat betapa dominannya pengaruh kebijakan Pemerintah, yang secara kebetulan merupakan implementasi dari dominasi politik adsministratif ini tidak diikuti dengan pengetahuan bijak mengenai teori pengembangan kota, sehingga hal tersebut bukannya memajukan justru semakin “memarjinalkan” sangat terlihat terhadap kelompok masyarakat miskin serta umumnya kedudukan golongan masyarakat yang berada dalam wilayah tersebut, yang hal tersebut merupakan praktek dari lembaga‐lembaga dan kelompok‐kelompok masyarakat yang berpengaruh dalam menentukan pendekatan, proyek, dan arah pembangunan.

Selain itu, struktur sosial antar penduduk setempat yang dulunya mayoritas petani dan akhirnya terpaksa mengalah dengan keadaan yang timbul akibat kebijakan pemerintah serta ketersinggungan mereka dengan hadirnya para mahasiswa dengan gaya hidup mereka yang berbeda dengan masyarakat setempat.
Dalam kasus ini, faktor kultural terletak pada sikap mental masyarakat/penduduk Jatinangor, yang mudah tergiur oleh kesempatan-kesempatan ekonomi sekilas. Begitu aset mereka meningkat harganya karena pengaruh pembangunan sarana pendidikan serta pusat perbelanjaan. Akibatnya banyak penduduk asli Jatinangor yang menjual tanahnya, dan uangnya digunakan untuk memenuhi berbagai macam keperluan dan membeli barang-barang konsumtif lainnya dan lama-kelamaan habis, sedangkan hanya sedikit dari mereka yang menginvestasikan uang hasil penjualan tanah mereka untuk sektor produktif. Akhirnya mereka tidak lagi memiliki sumber penghasilan, dan untuk bekerja di pabrik atau sektor lainnya mereka tidak mampu, karena dari segi pendidikan mereka kebanyakan hanya lulusan SD saja.

Demikian, harusnya pihak pemerintah mempertimbangkan masak-masak dalam merencanakan dan melaksanakan suatu program, yang awalnya terlihat manis untuk sebagian orang tertentu saja tanpa memperdulikan nasib serta kepentingan komponen masyarakat yang lain, sehingga nantinya akan melahirkan “kebijakan yang tidak bijak lagi”. (*)

*) Guru Sejarah SMAI Ma'arif NU Wasilatul Huda